Tempat Angker di Cimahi

Kisah Gedung Tua, dan Tempat Angker di Cimahi

Cimahi adalah salah satunya kota di Jawa Barat yang dikenali selaku Kota Tentara, sebab banyak pusat pengajaran untuk tentara selain itu memiliki Tempat Angker.

Tempat Angker di Cimahi

Disamping itu, posisinya yang dekat sama Bandung membuat kota ini mempunyai beberapa tempat bagus yang banyak didatangi pelancong.

Baca Juga: Kekayaan Alam Dibalik Negara Terbelakang Burundi

Terhitung beberapa tempat menyeramkan dengan cerita seram yang tersebar dalam masyarakat. Salah satunya seperti lima tempat paling menyeramkan di Cimahi di bawah ini!

  • Rumah Sakit Dustira

Rumah sakit yang bekerja semenjak 1887 ini pernah dipakai untuk menjaga tentara Belanda dan Jepang. Semenjak waktu itu, tempat ini telah tangani banyak nyawa yang wafat.

Rupanya rumah sakit ini mempunyai cerita seram yang populer dalam masyarakat. Peristiwa dirasakan masyarakat yang lagi bermain tenis meja di halaman rumah sakit yang lagi kosong.

Waktu sedang main, orang itu menyaksikan hantu pria bule. Beberapa perawat pernah menyaksikan figur hantu wanita memiliki rambut pirang di dekat tempat ambil air.

Posisi: Jalan Dustira Nomor 1, Baros, Kecamatan Cimahi tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat.

  • Rumah Tua Cibeureum

Rumah tua yang telah tidak terurus ini adalah bangunan berpenampilan Belanda. Awalannya tempat ini ditempati satu keluarga pribumi.

Tetapi, sekarang nampak muram dan tinggalkan kesan-kesan menyeramkan. Ditambah dengan keadaan halaman yang banyak pohon-pohon dan rumput liar. Ada juga makam ada di belakang rumah.

Rumah ini pernah dipakai selaku posisi shooting film Max Havelaar pada 1973. Beritanya rumah ini populer dengan kemunculan figur hantu. Akhirnya, banyak pelancong yang ingin tahu dan bertandang ke rumah tua ini.

Posisi: Jalan Raya Cibeureum, Cimahi, Jawa Barat.

  • Makam Tiongkok Santiong

Penyemayaman ini mempunyai beberapa cerita seram yang dirasakan warga di tempat. Waktu larut malam, ada sebagian orang yang pernah menyaksikan hantu tanpa ada kepala.

Bahkan juga ada yang pernah bertatap muka langsung dengan hantu itu. Tidak itu saja, ada berita yang tersebar jika penyemayaman ini ditempati pocong yang sering memperlihatkan diri.

Posisi: Jalan Kolonel Masturi, Cimahi Utara, Cimahi, Jawa Barat.

  • Lajur Santiong

Masih satu posisi dengan Pemakanan Tiongkok Santiong. Lajur ini dipercayai selaku salah satunya tempat menyeramkan di Cimahi. Beritanya, kita jangan lakukan atau berbicara kurang santun bila melewati lajur ini.

Lajur ini sering mengonsumsi korban karena kecelakaan. Banyak pengendara yang pernah menyaksikan figur kuntilanak sampai pria tanpa ada kepala. Situasi horor diperkokoh dengan minimnya penerang jalan.

Posisi: Jalan Kolonel Masturi, Cimahi Utara, Cimahi, Jawa Barat.

  • Gunung Berbohong

Walau namanya Gunung Berbohong, sesungguhnya ini adalah bukit dengan ketinggian 896 mtr.. Disebutkan Gunung Berbohong sebab memiliki bentuk seperti gunung.

Teritori gunung ini dikenali menyeramkan. Kabarnya ada pasar jin yang ada dalam bukit ini. Tidaklah aneh jika beberapa orang yang takut kesini, khususnya di waktu malam hari.

Posisi: Padasuka, Cimahi tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat.

  • Gedung Tua di Cimahi Tempat Acara pesta Tentara Belanda

Gedung monumental yang sekarang dikenali bernama The Historich mulai dibuat pada 1895 waktu periode pemerintah kolonialisme Belanda. Bangunan cagar budaya ini berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 19, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Dari Alun-Alun Kota Cimahi, letak gedung itu memiliki jarak seputar tiga km dan dapat dilakukan dalam kurun waktu sepuluh menit lewat Jalan Nasional III dan Jalan Sriwijaya Jaya memakai sepeda motor.

Dulu gedung itu sering dipakai selaku tempat bergabung dan selingan, terutamanya untuk beberapa tentara-tentara Belanda yang punyai kedudukan. tutur Machmud Mubarok, praktisi riwayat Kota Cimahi sekalian pendiri komune namanya Tjimahi Heritage, waktu dijumpai detikcom di Jalan Sekelimus Utara, Kota Bandung, Rabu (4/4) malam.

Saat sebelum namanya The Historich, gedung itu sempat 2x bertukar nama bersamaan berganti posisi. Pada awalnya, gedung itu dikenali bernama Sociѐteit voor Officieren.

“The Historich itu nama modern. Jadi, dahulu gedung itu diberi nama Sociѐteit voor Officieren. Saat berpindah ke TNI AD, oleh Ajendam bangunan itu dinamakan Balai Prajurit Sudirman. Di tahun 2012, saat dikontrakkan ke pebisnis Faktory Toko namanya Pery Tristianto dinamakan The Historich,” tutur Machmud.

Dari sisi arsitektur, gedung The Historich adopsi style indische empire stijl. Style arsitektur itu dikuasai oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels.

Jadi, style arsitektur peninggalan Daendels. Daendels itu kan senang benar dengan kemewahan dan keelokan. Karena itu, dia minta bangunan-bangunan itu dibuat berpenampilan Yunani dan Romawi,” papar Machmud.

Machmud menerangkan ciri-ciri dari bangunan berpenampilan Yunani dan Romawi itu ada kolom dan tiang besar.

Dibalik keelokan dan kemewahan gedung The Historich, sampai sekarang belum tahu siapa arsitekturnya. Penelitian-riset yang dikerjakan beberapa periset masih sekitar sangkaan-dugaan, belum pada kejelasan.

Sejarah Gedung Tua Di Cimahi

“Hingga saat ini, belum diketemukan nama tentu arsiteknya. Benar-benar, saat pembangunan Garnizun Cimahi itu yang pimpin pembangunannya Kapten der Genie Fischer bersama orang kepercayaannya VL Slors. Jadi, Genie itu nama kesatuan di militer yang punyai kekuatan membuat. Nah, saya masih menduga-duga, jangan-jangan dia-lah yang menginisiatif semua bangunan, termasuk gedung Sociѐteit voor Officieren ini,” papar Machmud.

Habis kemerdekaan, pemilikan atas Gedung The Historich beralih dari Belanda ke Ajendam III Siliwangi TNI AD. Kemudian, gedung itu sempat 2x dikontrakkan pada DPRD Kota Cimahi pada 2003, dan Pery Tristianto, pebisnis Faktory Toko, pada 2012. Berkali-kali berpindahnya posisi atas gedung itu, rupanya mengganti sedikit beberapa bagian yang ada dalam atau di luarnya.

Yang berbeda itu saat tahun 2003, waktu jadi kantor DPRD Kota Cimahi. Antara tiangnya itu dibikin tembok, kan aslinya kosong. Menjadi pintu masuk hanya satu,” papar Machmud.

Sesudah DPRD Kota Cimahi beralih kantornya, gedung itu ditempati kembali oleh Ajendam III Siliwangi TNI AD. Seterusnya, gedung itu dikontrakkan pada Pery Tristianto.

Ujang (50), penjaga gedung The Historich, menyebutkan waktu dicarter Pery itu dinding gedung dicat. Jadi, perombakan gedung mah tidak ada. Hanya diperbarui,” kata Ujang yang semenjak 1996 dipercayai jaga gedung ini.

Sekarang Gedung The Historich sering dipakai untuk gelaran pernikahan, tatap muka, pameran UKM, seminar, dan yang lain. Gedung itu bukan diatur Pemerintah kota Cimahi.

Dalam kerangka pengawasan, dari dinas sendiri cuman di luar, sebab kita tidak punyai akses wewenang sampai ke dalam. Tetapi, kita dikasih keringanan untuk memakainya,” sebut Kepala Sektor Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cimahi Ero Kusnadi.

Itu lima tempat paling menyeramkan di Cimahi yang simpan cerita-kisah mistik. Bagaimana, kamu ketarik berkunjung salah satunya tempat di atas? Terus menjaga sikap dan norma yang bagus ya, agar tidak berlangsung beberapa hal tidak diharapkan.